>Cuci Otak NII KW 9 – Bagian 3

>

Sambungan dari [Bagian-2]

Tiap ada kesempatan, saya bilang sama Aldi kalo saya tetap nggak yakin. Saya merasa ini sesat. Soalnya mereka seenaknya mengatakan ortu saya kafir, memangnya mereka siapa? Saya gak tega ada yang ngatain keluarga saya seperti itu, karena setahu saya keluarga saya InsyaAllah selalu tetap menjalankan kewajiban mereka sebagai umat Islam. Hanya karena mereka belum hijrah dalam konteks yang mereka maksudkan, orang NII itu mengatakan keluarga saya kafir. Sangat tidak masuk akal. Dan yang membuat saya sebel waktu itu, tuh anak cewek bertiga nempel trus kemana2 kalau saya sama Aldi sedang ngobrol berdua seolah takut kita ngilang. Padahal saya mencari kesempatan untuk memberi pengertian sama Aldi saya nggak cocok dengan ajarannya dan ingin membawa lari Aldi dari situ.

Saya benar-benar frustasi dalam keadaan dijepit dimana2, apalagi saat Aldi kedapatan sedang sms si Zakia, yang akrabnya di Panggil umi S, yang ngedoktrin saya semalaman. Lagi-lagi saya dibawa sama tu anak b3 dan Aldi untuk nemuin umi S di McD yang semalam. Waktu itu saya marah besar sama Aldi ngapain sms si umi ngasih tau saya gak yakin segala?

Sampai di McD saya menumpahkan semua perasaanku yang mengganjal, bilang kalo saya gak stuju mereka mengklaim kluarga saya kafir, doanya gak diterima, dll. Akhirnya saya didoktrin lagi ditunjukin ayat, dan mereka bilang sikap saya katanya wajar bgt karena baru mengetahui kebenaran, akhirnya dalam hati saya cuma bisa berdoa” Ya Allah kalo ini benar, tolong yakinkan saya”. Saat itu otak saya benar-benar capek dan nggak tau harus cerita ke siapa, karena semua yang terjadi harus dirahasiakan, kalau tidak, mereka bilang sesuatu yang buruk akan menimpa saya.

Bersambung ke [Bohong Demi NII KW 9 Al Zaytun]

Ditulis ulang oleh :
Bahtiar Rifai
Mantan NII KW 9
HP. 08132 8484 289
Email : bahtiar@gmail.com
Ilustrasi diambil dari [sini]

Advertisements