>NII KW 9 : Ajaran Penuh Tipuan

>

Sambungan dari [Berita NII KW 9 Di Internet]

Sorenya saya di sms Aldi katanya dia udah gak ikut lagi, dan dia udah ga mau berhubungan pribadi lagi sama saya. Saya coba trima, tapi dia menghindari saya trus sampai akhirnya saya mendapat kabar dari adek tingkatnya kalo dia masih ikut, dan dia juga bilang kalau Aldi mutusin saya karena saya nggak mau ikut aliran dia. Ini nggak bisa dibiarin. Nggak masalah kita putus, yang jadi masalah dia masih bersama orang2 sesat itu. Terus terang waktu itu saya takut menceritakan masalah ini dengan orang dewasa. Akhirnya atas saran seorang teman dekat, saya langsung lapor ke kluarganya. Saya berpikir bahwa memang saya udah gak bisa buat apa2 lagi, mungkin yang bisa nolong skarang cuma kluarganya. Saya berhasil menghubungi kakaknya, belum berapa lama papanya menelpon saya, dan cerita, bahwa seminggu yang lalu Aldi minta ganti laptop temennya yang dihilangin sama dia, harganya 25 juta, dan udah dikirim 10 juta. Rasanya down banget dengernya, karena jelas2 itu semua bohong. Saya berusaha menjelaskan sama ayahnya dan menceritakan kejadian yang menimpa saya dan Aldi sewaktu saya di Jakarta. Mulai dari doktrin, pengecekan, ajarannya, sampai mengenai duit2 dan modus2nya. Saya meminta agar salah satu keluarganya ke Jakarta. Akhirnya kakaknya (cowok) berangkat, disaat yang sama ketika saya juga harus ngurusin magang saya di Jakarta. Waktu mau berangkat, saya menelepon Aldi dan dia bilang “Lo udah ngomong yang ga2 ke kluarga gw, jadi gw ga mau ketemu lo dulu kalo lo di Jakarta”. Ternyata papanya memberitahukan kalau ada yang menghubungi keluarganya, padahal saya udah bilang jangan kasih tau kalau ada yang lapor.

Saya nggak peduli atas sikap Aldi. Saya kasihan sama keluarganya yang sudah dikibulin habis-habisan sama dia. Saya berusaha keras agar Aldi berhenti berhubungan dengan mereka. Saya tau orang NII itu licik, untuk itu saya mencoba hubungi salah satu temen yang mau mempertemukan saya dengan ustadzah. Ustadzah itu bersedia membantu untuk menghubungi temannya yang di Jakarta yang mungkin bisa membantu menyadarkan Aldi. Hati saya cukup lega dan saya mengabarkan perihal itu sama kakaknya Aldi. Saya juga meminta agar kakaknya jangan kasih tau Aldi kalau dia mau berangkat ke Jakarta. Tapi katanya Aldi udah tau. Ya ampun. Entah mesti bagaimana. Saya berdoa dalam hati semoga rencana menyadarkan Aldi nggak akan kacau.

Bersambung [NII KW 9 : Merubah Pribadi Jadi Aneh]

Ditulis ulang oleh :
Bahtiar Rifai
Mantan NII KW 9
HP. 08132 8484 289
Email : bahtiar@gmail.com
Ilustrasi diambil dari [sini]