>IKUT NII KW 9 JADI TERTUTUP PADA TEMAN KOST

>Bersambung dari [Tilawah Lebih Penting Dari Sholat]

Saya sudah magang di Jakarta 1 minggu terakhir sekitar bulan Agustus 2007 dan mendapat miskol dari temen Aldi. Kata temennya, yang miskol Aldi sendiri. Saya rasa, mungkin ini saatnya pendekatan. Tapi dengan temen dekatnya dulu. Saya mencoba mengatur pertemuan dengan salah satu temennya, dan ingin membuktikan kalau Aldi masih ikut. Dia mengiyakan. Lega sekali rasanya saat itu. Dengan menempuh perjalanan sekitar 3 jam-an, saya sampai ditempat pertemuan sesuai janji. Tapi setelah saya sampai, temen dekatnya itu bilang sedang nggak ada ditempat karena ada keluarga dokternya yang meninggal. Saat itu rasanya kesel banget kenapa nggak ada pemberitahuan dulu. Saya merasa benar-benar capek dan memutuskan untuk langsung face to face dengan Aldi aja. Saya mendatangi kosnya, tapi katanya Aldi sedang tugas jaga di Rumah Sakit dan mungkin bentar lagi mau pulang. Saya putuskan untuk menunggu. Tapi saya merasa inilah saatnya untuk minta dia berhenti mengatakan yang nggak2 ke orang lain tentang saya (Karena di cek per cek ternyata namaku sudah nggak enak di kalangan kluarga dan temen2nya). Dan meminta dia berpikir logika, buka mata dan hati, juga lihat ada yang salah disini. Saya menunggu di kos Aldi dan kebetulan ada temen Aldi yang saat itu sedang bongkar-pasang motor. Entah kenapa saya nggak berpikir dulu tapi saya langsung menanyakan apakah mereka tau tentang NII dan tingkah laku Aldi yang aneh dsb. Kedua orang itu bilang nggak tau, dan tiba-tiba aja langsung masuk kamar. Mungkin waktu itu mereka anggap saya aneh,karena terlalu ceplas ceplos. Rasa capek, letih, muak karena NII membuat saya nggak berpikir lagi dan mengetuk pintu kamar dua orang tadi. Saya bener2 butuh orang untuk ngobrol dan berbagi saat itu. Saat mereka membuka pintu, saya cuma bilang “ Boleh curhat Nggak…?. Mungkin orang itu merasa kasihan, saya dipersilahkan masuk (Tapi pintunya tetap dibuka), semua perasaan saya tumpahkan, nggak pake mikir karena bisa jadi orang itu berbuat jahat sama saya karena baru kenal sama mereka. Setelah puas curhat tentang NII dan tentang Aldi yang mengajak saya ikutan, salah satu dari mereka mengaku, namanya Bima (nama samaran), dengan wajah sedih banget waktu itu. Dia juga akhirnya mengaku baru saja diajakkin. Dan duitnya sudah pernah ditarik sama mereka, dan Aldilah yang mengajak dia. Dia bilang, selama ini dia berusaha menghindar dari Aldi dan Aldi sudah mau pindah kos dari situ. Kemungkinan karena dia nggak berhasil mengajak si Bima itu. Kuasa Allah saya bisa curhat sama orang yang tepat banget, orang yang bisa dijadikan bukti apalagi si Bima siap membantu kapan aja diperlukan, bahkan saking muaknya dengan NII dia mau membongkar kedok Aldi sama orangtua Aldi. Dia dipaksa untuk ikut yang ke-berapa kalinya tapi dia sudah nggak mau ikutan lagi. Dia mengaku memang ajarannya aneh. Dah gitu, orang NII pernah pinjem duit sama dia, lucunya orang NII bilang ke temennya kalo si Bima yang ngutang. Dari ciri-ciri orang yang mentilawah dia, saya rasa adalah orang yang sama dengan salah satu umi waktu di carefour Lebak Bulus yang senantiasa berbagi pengalaman hijrah sama saya waktu itu.

Bersambung ke [Menyusup NII KW 9]

Ditulis ulang oleh :
Bahtiar Rifai
Mantan NII KW 9
HP. 08132 8484 289
Email : bahtiar@gmail.com
Ilustrasi diambil dari situs [ini]