>SEGALA CARA DILAKUKAN DEMI NII KW 9

>Bersambung dari [Menyusup NII KW 9]

Saat itu saya merasa punya peluang untuk bisa mendekati Aldi dan coba pelan2 ngelurusin logikanya dari dalam, tapi setelah saya lama balik ke kota saya karena magangnya di Jakarta udah selesai, ada keganjilan lagi dari diri Aldi, dia jadi suka marah2 lagi, saya nggak tau sebenarnya apa yang terjadi, kenapa sikap dia berubah drastis kayak gitu, dan setelah itu, sepertinya dia menutup diri dari saya, apa dia mendapat Warning dari orang2 NII?

Mungkin saat saya tazkiah via telpon sama orang2 NII, saya berusaha merempet ke masalah Aldi, kalo saya juga ingin nyelamatin Aldi. Kata mereka sekarang Aldi lagi berusaha diselamatkan sama mereka, dan mereka bilang saya harus ikhlas kalo Aldi sama orang lain (Ha-Ha).

Saat itu saya coba tekankan saya hijrah bukan karena Aldi tapi NII itu nggak respon, sampai saya telpon Aldi dan menceritakan hal tersebut. Bahwa saya hijrah sebenarnya bukan karena dia tapi mereka orang NII nggak percaya. Akhirnya belum berapa lama saya selesai telponan sama Aldi, org NII yang gak ada kabarnya lagi, tiba2 sms dan minta maaf karena omongannya membuat saya berpikiran kayak gitu. Apa itu kebetulan ? orang NII yang udah saya bilangin “ Saya nggak mau hijrah kalo umi masih berpikiran saya hijrah karena Aldi, karena nggak gitu“ , kemudian mereka nggak ada kabar,tetapi setelah selesai telponan sama Aldi, belum berapa lama orang NII minta maaf.

Bulan puasa saya mendapat panggilan hijrah, tapi saya meminta untuk ditunda setelah lebaran karena saya harus pulang ke tanah kelahiran. Dan saya juga belum siap untuk ke Jakarta lagi. Mereka sempat bilang “ Kamu masih dikhawatirkan nggak serius buat Hijrah”. Tapi saya minta dispensasi, karena takut keluarga saya jadi curiga. Dan mereka membolehkan saya hijrah setelah lebaran.

Aldi sudah duluan pulang (saya dan Aldi berasal dari kota yang sama). Aldi yang sebenarnya sudah mulai terbuka dengan saya, menjauhi saya habis2an, seolah sengaja mengatakan hal-hal yang dia pikir bisa membuat saya sakit hati, padahal kemarin2 dia keliatan seneng bgt saat saya mau ikut NII. Anehnya, sepertinya cuma sama saya sikap dia seperti itu. Apa karena saya tau kartu matinya?

Saya terus terbayang keluarga Aldi yang masih dibohongi, dan saya merasa perlu ada klarifikasi ke pihak keluarganya yang bisa diajak ngobrol dengan kepala dingin mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Dan saya memutuskan untuk menemui mbaknya yang tak jauh dari rumah saya. Waktu melihat saya datang, Mbak T itu kelihatan kurang senang dan heran melihat saya, dan tanya “ Ada apa?” . Saya meminta waktu mbaknya sebentar. Saya menjelaskan persoalan yang saya hadapi, mulai dari saya diajakkin sampai bagamana Aldi menjauhi saya dan mencoba yakinkan mbaknya kalau dia masih ikut. Bahkan saya menjelaskan perihal laptop hilang yang diakui Aldi, itu adalah modus belaka. Mbak T heran dan mengaku dia tidak tau apa-apa soal tipuan laptop itu. Jadi yang tau ternyata cuma bapak Aldi dan kakaknya. Hati saya makin miris. Saya bersyukur dari situ mbaknya setidaknya sudah mau percaya sama saya, karena sebelumnya Aldi cerita yang jelek banget soal saya ke keluarganya. Saya mencoba bertanya kira2 dia ngomong apa tentang saya, tapi saya urungkan untuk tau karena sudah pasti hati saya bakal sedih banget (He-He). Mbak T bilang “ Aduh, pokoknya kamu itu dibilangin yang jelek banget ke keluarganya. Dan sekarang keluarganya itu jengkel sama kamu.” Ternyata, apa yang dikatakan kak Bahtiar benar. Segala cara mereka lakukan agar rahasianya tetap terjaga, bahkan sampai dengan cara memfitnah seperti ini. Walau hati saya terasa sakit banget karena ternyata saya benar2 difitnah tapi saya mengurungkan niat untuk mundur. Maju terus. Saya makin penasaran orang NII itu maunya apa dan seluk beluknya.

Setelah lama mgobrol, dari pengakuan Mbak T, ternyata mbak T sendiri yang menyarankan sama papa mama Aldi kalo saya nelpon, pokoknya nggak usah diladeni (Ini kejadian yang di keluarganya Aldi dulu, saat saya kasih tau Aldi ikutan NII dan perihal menanyakan kebenaran laptop via telpon sama mama Aldi), dan ternyata memang keluarganya saat itu nggak ada 1 pun yang percaya kalo Aldi ikutan NII. Bisa jadi karena saya sudah dijelek2kin sama Aldi dan mereka berpikir bahwa Aldi tidak punya waktu untuk ikut aliran kayak gini, alhasil saya yang disebelin sama keluarganya.

Bersambung ke [MENYIBAK NII KW 9]

Ditulis ulang oleh :
Bahtiar Rifai
Mantan NII KW 9
HP. 08132 8484 289
Email : bahtiar@gmail.com
Ilustrasi diambil dari situs [ini]