>SELALU KRITIS TERHADAP DOKTRIN NII KW 9

>

Bersambung dari [PASCA KELUAR DARI NII KW 9]

Selang beberapa bulan lagi, saya sudah benar2 melupakan masalah NII. Saya konsen ke skripsi, untuk mengejar target bisa lulus cepat. Waktu itu teman sekelas saya, namanya Arinda, minta tolong sama saya untuk dikirimin suatu bahan diemailnya. Saya mencatat email itu di HP saya, dan saya benar2 kaget, karena email yang dia berikan adalah email yang saya pikir adalah email Aldi, yaitu “azkiya_05@yahoo.com”. Saya tanya Arinda, ini benar2 emailnya apa bukan. Arinda bilang, “Iya benar ini emailku, memangnya kenapa?” Saya tanya sama dia, pelan2, apakah dia pernah masuk NII dan menulis sebuah tulisan tentang kisahnya di NII. Arinda langsung bingung, saya kenal Arinda, aktivitasnya jelas dan dia bukan orang yang macam2. Jelas dia nggak mungkin orang NII. dan saya menjelaskan sedikit duduk persoalannya. Waktu itu Arinda ketakutan, dia sama sekali tidak tahu tentang NII. Seperti yang sudah saya duga. Arinda nggak macem2. Kemudian Arinda meminta saya menunjukkan situs itu dan email yang dituliskan dibawahnya. Dari ekspresi wajahnya yang ketakutan, akhirnya dia bilang, memang waktu itu ada yang kirim email ke dia, seperti menyinggung sebuah pesantren dan NII. Tapi dia hapus. Kemudian, dari ekspresi saya yang masih bingung dan rada nggak percaya, akhirnya dia kasih tau password email itu. Saya buka dan memang nggak ada yang aneh. Waktu saya tanya apa dia pernah mempublikasikan email itu yang ada keterangannya jurusannya apa dan kuliahnya dimana, dia bilang sama sekali nggak pernah. Arinda heran,bingung dan terus2an bilang takut ke saya, karena email dia sudah dipake orang dalam situs itu. Dan dia bilang dia mau ganti email aja. Agak membingungkan kan? Kalau saya tidak mendapatkan email Arinda, mungkin saya nggak akan pernah lebih yakin lagi kalau ada yang cacat disini. Secara no.HP boleh bohong, tapi kalau email? Kenapa mesti mengambil email orang lain? Apalagi emailnya kebetulan banget email teman sekelasku. Dan membuat masih tetap dalam tanda tanya, apakah Aldi memang sudah keluar, atau semua tulisan itu cuma kedok belaka mengingat NII itu licik? Hanya Allah dan Aldi yang tau. Saya juga nggak tau apakah kalo “Aldi atau bukan Aldi” yang udah “keluar atau belum” itu meneruskan tulisannya disitus2 NII karena dia nggak pernah pakai Identitasnya sendiri, sejauh liat tulisannya diatas pake nama dan email orang lain. Bahkan no. HP yang diberikan pun no.HP yang sudah nggak aktif. Bisa jadi si mungkin traumanya masih ada.

Saya cuma bisa mendoakan, agar suatu saat, kebenaran bisa terungkap, dan orang2 yang dulunya menganggap saya yang memfitnah dia, bisa terbuka mata hatinya, siapa yang sebenarnya difitnah disini.

Dan buat yang merasa dia adalah Aldi, dimanapun hati kamu sekarang, di kiri atau kanan, saya tetap akan menganggap kamu bagian dari hidup saya seperti sahabat2 yang lain, dan kamu tau siapa mereka. Saya juga minta maaf sama Aldi jika selama ini banyak kesalahan dan juga karena sengaja memanfaatkan kepercaaan kamu waktu di NII. Niat saya waktu itu semata2 hanya ingin menolong kamu. Ingat orang tua, setiap kamu mau bertindak.

Iya, hanya itu yang saya sampaikan, lega rasanya akhirnya kisah ini bisa saya ulangi lagi. Buat kak Bahtiar, Pak Sidik, Mbak Anlene dan Mbak Wartawan dari salah satu stasiun TV, saya ucapkan terimaksih banyak. Terutama buat Kak Bahtiar, yang tidak pernah menertawakan apapun yang saya lakukan, mendukung dan pastinya mendoakan saya.

Dan buat siapapun yang orang2 terdekatnya masih di NII, jangan takut berusaha, asal dalam usahanya jangan sampai terseret masuk ke dalam. Yang saya lakukan bukan hal yang patut dicontoh, tapi nggak ada yang salah dengan berusaha menolong, pasti nggak akan sia-sia. Tetap bersabar, dan berdoa sama yang diatas. Allah pasti beserta hamba-hambaNya. Wassalam.

# TAMAT #

Ditulis ulang oleh :
Bahtiar Rifai
Mantan NII KW 9
HP. 08132 8484 289
Email : bahtiar@gmail.com
Ilustrasi diambil dari situs [ini]