>APAKAH ADIK SAYA BISA KEMBALI DARI NII ?

>

Salah satu peserta diskusi rehabilitasi korban NII berpendapat dan bertanya demikian :

@keluarga korban nii : semangat trus! sy tau rasanya jadi saudara karna adik sy pun sampai skrg msh ikut di dalam NII KW 9 ini, walaupun sampai skrg dia menyangkalnya. bahkan skrg ini dia sudah mulai mengenalkan laki2 yg akan dia nikahi kepada keluarga besar kami, yg sy curigai sudah menjadi suaminya.kami sekeluarga sudah lelah melarang dia dan kasian sama ortu dan karna itu cuma bisa berdoa semoga Allah membukakan mata dan pikirannya dengan terang benderang. aamiin!

@pertanyaan saya : adakah harapan spy adik saya bisa kembali kepada ajaran yang benar? 

 – – –

@Saudari Keluarga Korban NII
Harapan adik Saudari untuk kembali kepada ajaran yang benar (kembali pada keluarga) sangatlah besar peluangnya.

Tetaplah terus mengamati dan mengawalnya walau sang adik sudah ikut di dalam NII. Sering-seringlah berkunjung dan bersilaturahim ke tempatnya (kost/kontrakannya). Bawakan oleh-oleh makanan kesukaannya, jangan bawa uang, tentu sudah tahu alasannya mengapa tidak disarankan memberi uang :).

Ajaklah ngobrol ringan, tapi jangan menyangkut tema NII, apa aja bisa tentang cerita-cerita manis masa lalu, tentang anak-anak yang lucu, atau pertemukan dengan teman-teman lamanya, teman smu, temen smp …

Ketika keharmonisan hubungan adik-kakak telah terjalin, Insya Allah … pembicaraan dari hati ke hati akan mengalir dengan sendirinya …

Pengalaman mirip dan nyata, Saudari bisa bertukar pikiran dengan Bapak Baihaqi, meskipun hingga sampai sekarang kedua adik kandungnya masih ikut dan menikah dengan orang NII, beliau tetap tiada lelah memantaunya.

Kontak Email Bapak Baihaqi bisa didapat lewat weblog :
http://awamologi.wordpress.com/2009/02/20/korban-nii-dan-pki-siapa-peduli/

Soo, lingkaran harapan sangat besar, jadi tidak ada alasan untuk berkecil hati 🙂

Salam kenal,
bahtiar
mantan nii kw 9

 – – –

@Keluarga Korban NII : perlu diketahui adik saya sampai skrg masih tgl di rumah (walaupun dulu sempat kabur dengan alasan kerja di surabaya) dan dia juga tetap beraktifitas seperti orang kerja, walaupun aga aneh karna kerja hampir tiap hari dan pulang selalu malam bahkan sampai pagi (alasannya ketemu klien karna memang dia selalu kerja sbg marketing, ga pernah mau kerja kantoran biasa).
untuk cowonya yg skrg awalnya dia blum bilang kalau mereka berpacaran, tp sedikit demi sedikit mulai mempromosikan si cowo kpd ortu melalui cerita2 bagus yg dia berikan. sampai akhirnya dia ngaku kalau mereka sudah berpacaran selama satu tahun. saya curiga mereka sudah menikah karna setahu saya di ajaran itu tdk boleh pacaran, atau paling lama 3 bln setelah perkenalan harus segera menikah. saya tahu karna saya juga sempat menjadi anggota di dalamnya (alhamdulillah Allah memberi saya petunjukNya). lebih curiga lagi karna adik saya itu sepertinya ingin segera diresmikan , padahal kami saja baru dikenalkan.
kurang lebih begitu ceritanya.

 – – –

@tanggapan : “saya tahu karna saya juga sempat menjadi anggota di dalamnya (alhamdulillah Allah memberi saya petunjukNya)” …

He hehe … tersentak saya membacanya … ternyata Saudari adalah mantan Umi di NII … Alhamdulillah, puji syukur telah keluar.

Sebagai Mantan, tentu lebih mudah memahami kondisi di lapangan Sang Adik, karena Saudari punya bekal pengalaman baik teoritis maupun empiris.

Apabila segala daya dan upaya telah ditempuh untuk menyadarkan (seperti tulisan saya di atas), langkah terakhir adalah memberi kebebasan yang bertanggung-jawab untuk menentukan jalan hidupnya selanjutnya. Beri keleluasaan Sang Adik untuk merasakan “nikmatnya” hidup di NII sampai titik puas masa-masa bulan madunya dg NII. Dengan melihat dan merasakan kehidupan nyata di NII, sang adik akan lebih faham apa yang dikhawatirkan keluarga.

Saudari sebagai Kakak dan Ayah-Bunda sebagai Keluarga tetap memantau dan sering-sering berkunjung, bila suatu saat sang Adik ingin kembali karena menemukan banyak kejanggalan2 di NII, maka Saudari dan Keluarga telah siap menyambutnya kembali.

Demikian, tanggapan saya semoga berguna.

Salam
bahtiar@gmail.com

 – – – 

@Keluarga Korban NII : hehe…sebagai mantan pengalaman sy di sana sangat amat sebentar alhamdulillah berkat kegigihan kakak saya menyadarkan sy. lagipula sy merasa bukan ketenangan batin yg saya dpt di sana..malahan sy merasa sangat stress.bukankah harusnya islam membawa ketenangan dan kedamaian?
klo adik saya sebaliknya, dia amat sangat militan, justru sy masuk atas ajakan dia yg kemudian sy ketahui sudah 3 tahun di sana. tahun ini brarti sudah sekitar 7 tahun dia menjadi anggota NII.

– – –


@Bahtiar :  terima kasih atas pengakuannya sebagai Mantan NII – walau sebentar saja –

Bila berkenan, bolehkah saya mengetahui lebih rinci (detil) proses perkenalan  dengan NII, masa-masa di-tilawah oleh Adik Kandung sendiri, saat-saat Musyahadah Hijrah – $$$ berapa sadaqah hijrah dan bagaimana mendapatkan uang tersebut $$$, masa-masa awal berbulan madu sebagai anggota baru di NII, masa-masa mencari Binatang Ternak (anggota baru), suka-duka mengumpulkan uang $$$ infaq setoran bulanan agar tidak nuqsan.

Juga gambaran “betapa gigihnya Sang Kakak Kandung menyadarkan anda dari pengaruh dan doktrin NII yang tertanam kuat di dalam benak, juga tidak kalah penting : hal-hal pokok pribadi apakah yang menjadi pertimbangan Umi  memilih keluar dari NII dan kembali hidup bermasyarakat seperti biasa. Dan proses recovery (pemulihan) dari trauma di NII tentu juga menarik untuk disimak.


Cerita dan Pengalaman Umi, tentu sangat berguna bagi siapapun yang membacanya, baik itu sesama Mantan NII KW 9 Az Zayton, Keluarga / Relasi / Sahabat Korban NII KW 9 Az Zayton, Para Abi dan Umi yang masih di dalam NII KW 9 Az Zayton untuk merenung dan berfikir ulang keberadaan dirinya di dalam NII KW 9 Az Zayton, dan bagi “Anak-anak kecil kertas putih yang nantinya beranjak remaja dan dewasa” – Generasi-Generasi Muda Bangsa yang belum mengetahui apa itu “hitam-putih” NII KW 9 Az Zayton.

Salam,

Ditulis ulang oleh :
Bahtiar Rifai
Mantan NII KW 9
HP. 08132 8484 289
Email : bahtiar@gmail.com
Ilustrasi diambil dari situs [ini]