>TERLEPAS DARI NII BERKAT NCC DI INTERNET

>

Seorang sahabat berbagi cerita proses keluar dari NII berkat pengetahuan yang didapat dari NCC di internet :

alkisah bulan ramadan 1430 H, seseorang mengaku bernama Mili bertanya padaku, “Di mana ya halte bikun Pocin?”
Kejadian itu di halte bikun MIPA UI.
Saya jawab, “Ya saya juga mau lewat sana kok. Nanti saya kasih tahu.”
Kami naik Bikun bersama2. Saya tidak kenal dengan Mili itu sebelumnya.
Pas di dalam bikun (Bis Kuning UI) dia meminjam HP-ku untuk me-misscall nomor seseorang. Kusangggupi permintaan itu.

THEIR GROUP GOT MY NUMBER……

Mulailah pendekatan manisnya.
Karena saya orangnya extrovert, saya meminta account FB-nya. Di FB saya makin dibuat ‘dekat’ dengan dia.

Kami sering bercengkrama di FB ato via HP.
Setelah liburan Lebaran selesai, dia mulai membawa temannya untuk dikenalkannya denganku (PEMANCING) yang bernama RETNI.

Selasa malam bertemu RETNI dan MILI di ASRAMA UI kediaman saya waktu itu, hari SABTU siang saya diajak ketemuan lagi di MARGO CITY.

Acara ketemuannya benar2 di set rapi oleh mereka, padahal saya sudah katakan sebelumnya ada agenda di Mampang sore juga. Saya disuruh menunggu (bahasa kasarnya memaksa). Saya akhirnya menunggu dan mengabaikan acara di Mampang itu (takut tidak enak hati sama orang yang baru kenal).

Di event itu, saya dikenalkan dengan TYO (MUKRI) yang diskenariokan sebagai sepupu RETNI yang PINTAR dan ALIM. Juga di sebutkan LULUSAN PESANTREN. Tidak tanggung2, mengaku anak HUKUM TRISAKTI semester akhir (padahal dia tiada kuliah)………




Perbincangan berlangsung hangat dan kekeluargaan. Mulai dari hal-hal yang umum hingga ke hal spesifik: ISLAM = NEGARA.
Saya sudah menduga ini adalah NII.

Tapi saya masih menjaga kesopanan terhadap orang baru.




Kejadian itu di hari Sabtu, 3 Oktober 2009.

Hari minggunya, saya diajak untuk menyelesaikan materi (kebetulan masih belum tuntas, ttg IMAN HIJRAH JIHAD semu itu).

Saya mulai didoktrin dari pukul 14.00 hingga 22.30 nonstop. Pikiran saya kacau saat itu karena tidak diberi kesempatan berargumen. Terlebih MILI mengaku baru kenal dengan TYO lewat temannya RETNI. Saya mengira kami bertiga (RETNI MILI SAYA) baru mendapat materi itu saat itu. AKTING MEREKA KEREN JUGA (100 untuk MILI, 55 untuk RETNI).

Saya sempat lontarkan pertanyaan akhirnya (sekitar pukul 20.30), “Apa benar ini NII? Mirip dengan yang dijelaskan senior di kampus agar waspada.”

Mereka membalikkan pertanyaan, “Kalau iya kenapa? Kalau enggak kenapa? Memangnya yang saya terangkan salah? Sesuai dg Alquran kan?”

Ingat cara TYO mendoktirn saya, saya dalam keadaan terkepung oleh akting MILI dan RETNI. Mereka jawab iya saat ditanya, saya otomatis mengiyakan. Sesekali menjawab enggak, “diluruskan” oleh TYO.


Akhirnya PROSES TILAWAH SELESAI (TILAWAH = PENDOKTRINAN)…. 

HARI SELASA diajak ketemuan utk bicara masalah syarat harta utk hijrah (kesimpulan pertemuan hari MINGGU = SEMUA SEPAKAT HIJARAH, SEMUA = SAYA, RETNI, MILI)

Saya diarahkan untuk menggadaikan HP, 250rb lakunya, dan menyedot ATM 450 rb, untuk biaya prosesi hijrah (800rb katanya). Kekurangan biaya mereka talangin katanya.
Sejak itu 7 oktober 2009, saya dilantik sebagai Warga NII.

Saya diberi kewajiban tambahan SODAQOH (SDQ) anak baru, 5 JT.
Saya diajari “berstrategi” = maaf, MENIPU IBU SAYA 5 jt dg alasan menghilangkan LAPTOP TEMEN.

Kewajiban SDQ tunai oleh saya (didesak terus tiap hari, sialan mereka. padahal ekonomi bunda saya lemah, 5 jt = uang semesteran saya) pada umur 20 hari saya di sana.

Saat itulah RETNI DAN MILI BUKA KARTU bahwa mereka LEBIH DULU HIJRAH DARI PADA SAYA.

Saya diam, merasa tertipu. Tapi saya masih dibawah kendali mereka. Saya masih dimintai uang 100rb (bayar malja) dan 50rb (baya event RM: ramah mamah = evaluasi bulanan mereka dalam MENJARING KORBAN BARU).

Selama saya di NII di bulan2 awal saya seriing mencari segala pemberitaan di internet tentang mereka, saya mengethui juga akhirnya tentang KW IX.

Sekitar November akhir, saya sudah memiliki banyak teman2 “kanan” di FB………………




Saya ikuti grup yang mereka ikuti, hingga akhirnya di grup “BELAJAR BAHASA IBRANI”, saya bertemu dengan ACCOUNTnya KEN SETIA KEBUMEN.

CAKRAWALA SAYA TERBUKA, SUDAH SAATNYA INI HARUS DIHENTIKAN.

Saya sempat berkeinginan menjadi agen untuk menyadap data pergerakan mereka di komputer dinasnya.




Tapi terlambat, mereka mengetahui keterlibatan saya dengan KEN SETIA KEBUMEN. Satu demi satu teman2 “kanan” itu me-remove saya di FB. Saya kaget, dan tanggal 12 Des 2009, saya diinterogasi oleh SEKDESnya. tentang hubungan saya dg KEN SETIA KEBUMEN. Saya berusaha menutupi, tapi dg 2 org yang intimidasi saya, saya tidak berkutik. Saya dikondisikan sangat butuh mereka sg menginterogasi saya di daerah yang tidak saya kenal pada malam hari (sekitar ciputat mungkin)…

Saya sudah bosan dengan PEMBOHONGAN2 yang diajarkan dalam TAZKIYAH2nya. Saya sudah disuruh mengajar KORBAN baru dari temen2 saya, untung ga da yang JEBOL. HA HA HA HA HA.

5 jt plus 700rb plus 150 ribu saya hilang DISEDOT MEREKA, belum termasuk ONGKOS SAYA PERGI JIKA DATANG PANGGILAN TUGAS ke MALJA (mungkin 300rb lebih ada)

6 JUTA LEBIH HILANG, SIALAN MEREKA>>>>

FUTUH2 palsu, dulu pas MEGAWATI bilangnya MEGA=Ratu Bilqis, ANJING GUMILANG = Nabi SULAIMAN…

KENYATAANYA APA? FUTUH MANE CUY?

BERHENTILAH MEMBODOHI ORANG2 BARU

Percakapan lebih lengkap dapat ditelusur pada link ini : http://www.facebook.com/pages/wwwnii-crisis-centercom/223278758297?v=wall&story_fbid=110808348957725

Ditulis ulang oleh : Bahtiar Rifai, Mantan NII KW 9,  HP. 08132 8484 289, Email : bahtiar@gmail.com, Ilustrasi diambil dari situs [ini]