>DEMI NII, TEGA MENIPU SUAMI DAN MERTUA

>

Seorang suami, berkirim email pada saya, menceritakan pengalaman istrinya yang pernah ikut NII. Semoga pengalaman ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang membacanya, bahkan yang belum tahu apa itu NII.

Mas Bahtiar yang di rahmat Alloh.

Saya mengenal Istri semenjak tahun 1995 ketika duduk di bangku sekolah menengah umum, setelah lulus SMU kami berpisah di tahun 1997, untuk kuliah. pada tahun 2001 kami bertemu kembali, dan kami menikah tahun 2003.

Dari cerita Istri dia mulai mengenal NII sejak kuliah tetapi hanya sebatas mengenal dan benar benar masuk NII 2002. Menurut cerita awal masuk adalah diajak atasannya untuk ikut pengajian di daerah Kopo Bandung, awalnya ikut pengajian karena tidak enak sama atasnya. Sebagai informasi istri saya lulus kuliah dan mulai kerja tahun 2000. Dan kami menikah 1 tahun setealah dia masuk NII.

Istri saya tahan di NII karena ancaman dibunuhbila keluar. Tapi Alhamdulilah dua bulan lalu semuanya terbongkar. Saya memang tingal di luar kota paling bertemu istri seminggu sekali. Istri saya selama 8 tahun di NII belum pernah merekrut seorangpun.

Banyak kebohongan yang baru terbongkar sekarang, misal orang tua Istri masuk Rumah sakit istri minta uang ke saya, dan setelah dikonfirmasi ke mertua dua bulan lalu mertua belum pernah minta uang, dan banyak kebohongan2 yang lainnya terlalu panjang untuk diceritakan.

Yang dilakukan di NII hanya kumpul, dengar amir ceramah, dan SETOR. Untuk setor di bulan hari raya, Istri bisa menghabiskan uang 10 jt dalam satu bulan. Dan semua dari hasil menipu mertua dan saya.

Istri sebenarnya tidak dengan sukarela keluar dari NII karena diancam untuk dibunuh dan takut mengancam keluarga termasuk anak, karena foto saya, anak saya, mertua, trus tempat kerja saya, telepon saya, diberikan ke mereka ( dan saya sendiri sempat diteror lewat SMS).

Awal ketahuan Istri masuk NII adalah dari informasi pembantu yang disuruh pinjam uang. Pembantu nggak dapet lalu istri saya marah marah, dilerai mertua malah marah ke mertua, dan setalah itu mertua sadar BPKB motor nggak ada di tempatnya dan ternyata sertipikat rumah tidak ada juga setelah mertua ancam akan melempar TV barulah mengaku, semuanya digadaikan dan uangnya untuk disetorkan. Dan pada waktu itu kami desak barulah cerita bahwa dia berhutang kebebrapa orang termasuk ke renternier.

Sekarang isri saya sedang mengikuti pesantren, Alhamdulilah ada kemajuan, walaupun dalam dua minggu awal istri saya hanya berpura pura, tetapi dengan pertolongan Alloh istri saya telah sadar, lewat hipno terapi. prosesnya dibuka alam bawah sadarnya, oh iya istri saya pada waktu selesai di terapi dia seperti baru bangun tidur lalu menjerit lalu menagis dan minta maaf ke saya apa yang dilakukan selama ini salah.

Wasalam

Ditulis ulang oleh : Bahtiar Rifai, Mantan NII KW 9, HP. 08132 8484 289, Email : bahtiar@gmail.com, Web : http://niikw9.wordpress.com Ilustrasi diambil dari situs [ini]