>ISI DAPUR NII KW 9 Az ZAYTON

>

Berikut ini saya copy paste tulisan dari Sahabat yang pernah meneliti NII KW 9 Az Zayton :

Bagi orang2 yang benar2 meneliti gerakan ini maka akan faham, bahwa NII KW-9 bukanlah benar2 memperjuangkan Negara Islam sebagaimana SM Kartosoewiryo dan sebagaimana yang digembar-gemborkan di internal NII KW-9 sendiri, karena mereka yang gembar-gembor (aparat NII KW-9) sendiri pada hakikatnya adalah korban juga yang sama sekali tidak mengetahui grand design dari gerakan NII KW-9 ini.



Justru berdirinya NII KW-9 ini adalah upaya intelejen Rezim Orde Baru untuk mempertahankan sekulerisme Pancasila. Caranya, target untuk masyarakat umum (eksternal) yang tidak terekrut menjadi jemaah NII KW-9 adalah terdistorsinya pemikiran masyarakat bahwa NII itu negatif, NII itu rampok, ahli takfir, dsb. padahal yang terjadi sebenarnya adalah pengaburan pemahaman.



Sementara target untuk mereka yang terekrut (internal) adalah meruntuhkan semangat (ghirah) pemuda/i Muslim untuk menegakkan syariat Islam, yakni dengan mendoktrin bahwa NII (KW-9) itu ingin menegakkan negara Islam, bahwa jika diluar NII itu kafir, maka NII KW-9 ini adalah wadah bagi pemuda/i yang memiliki ghirah untuk memperjuangkan Islam. Nah, setelah pemuda/i itu yakin akan kebenaran doktrin2 NII KW-9 itu, maka di internal NII KW-9 dibuatlah program2 yang memberatkan dengan penafsiran2 baru yang logis, namun sebenarnya sangat bertentangan dengan ajaran2 Islam. Tujuannya adalah melemahkan kembali semangat menegakkan syariat yang sebelumnya digembar-gemborkan. Ini diibaratkan kita diajari terbang sangat tinggi, namun setelah kita mampu terbang tinggi sayap kita sengaja dipatahkan.

Efeknya bagi NII (asli) adalah dalam hal pencitraan. Sekarang jika orang bicara NII, maka yang timbul dalam perspektif masyarakat awam adalah NII KW-9 (Al-Zaytun) nya Panji Gumilang, yang pake infak wajib, yang nggak wajib shalat, dll. Padahal NII yang asli tidak begitu.

Sedangkan efek bagi si Korban ada 2, tergantung dari karakter si korban itu sendiri, apakah dia kritis selama menjadi jemaah atau pasif.

Karakter Kritis

Karakteristik ini sebenarnya tidak diharapkan untuk direkrut oleh NII KW-9 karena dianggap membahayakan, walau oleh aparat NII KW-9 karakter kritis ini digambarkan sebagai sosok yang “belum faham”.

Bagi mereka yang kritis ketika aktif menjadi jemaah dia akan bersikap kritis mengenai dalil2 yang dianggap menyimpang, seperti tidak wajib shalat, dll. Dan alasan mereka keluar pun karena keyakinan, bahwa yang mereka jalani di NII KW-9 itu salah dan menyimpang dari ajaran Islam.

Umumnya bekas korban dengan karakter seperti ini setelah keluar akan bersikap melawan karena merasa memiliki tanggung jawab agar orang lain tidak sampai terjerumus ke NII KW-9. Bahkan banyak yang menjadi aktifis ormas Islam untuk menuntut pengusutan masalah NII (gadungan) ini, dan semakin keras suara mereka menyerukan syariat Islam, karena mereka menyadari ada yang tidak beres dalam negara ini terkait NII KW-9.

Karakter Pasif

Sementara mereka yang pasif, tidak kritis mereka akan menerima mentah2 doktrin yang disampaikan oleh aparat2 NII KW-9. Mereka sepenuhnya meyakini kebenaran doktrin2 NII KW-9. Disuruh tidak bertanya ke orang lain (ulama) mereka menurut, disuruh tidak membaca buku2 diluar lingkup NII mereka juga menurut. Akibatnya ketika mereka keluar dari NII KW-9 bukan karena keyakinan, malinkan karena tidak sanggup menjalankan aktivitas yang ada dalam NII KW-9 ini. Sementara dalam hati mereka masih meyakini bahwa ajaran NII KW-9 itu yang benar. Akibatnya setelah keluar mereka merasa dirinya kafir karena telah keluar dari “Islam yang benar”, yaitu NII KW-9. Banyak diantara mereka yang meninggalkan shalat, enggan ikut2 pengajian, dan yang paling dianggap berhasil adalah menurunnya ghirah perjuangan mereka dalam menegakkan syariat Islam, bahkan menjadi antipati mendengar syariat Islam dan Negara Islam.

Karakter ke-2 inilah yang sebenarnya diharapkan sebagai output oleh NII KW-9 (baca : intelejen). Tujuannya tidak lain adalah mempertahankan sekulerisme Pancasila dengan mencuci otak pemuda2 Islam yang memiliki semangat tinggi menegakkan Islam sehingga menjadi anti terhadap apa yang sebelumnya diperjuangkan.

Sumber : http://www.facebook.com/profile.php?id=100001054082164&v=wall&story_fbid=133021256727801

==============
Konsultasi Korban NII KW9 dg : Bahtiar Rifai, Mantan NII KW 9, SMS : 08132 8484 289, Email : bahtiar@gmail.com, Web : http://niikw9.wordpress.com, Ilustrasi diambil dari situs [ini]