>MASUK NII, GADIS DIPAKSA MENGEMIS DAN MEMINTA-MINTA

>

08xxx xxxx xxx : Assalaamu’alaikum Pak Bahtiar, boleh yaa saya curhat tentang pengalaman saya di NII ?

08132 8484 289 : Boleh silahkan

08xxx xxxx xxx : Saya pengen banget curhat tentang masalah saya, namun belum menemukan orang yang tepat untuk bercerita meski pada suami saya sendiri. Pertemuan NII berawal saat saya bersama Ayah pergi ke Jawa Timur dari Jakarta ke rumah Saudara. Kami naik kereta api dan tidak duduk berdampingan dengan Ayah karena kursi saat pemesanan sudah terbatas. Di dekat saya ada 2 orang yang mengajak ngobrol, kenalan dan akhirnya bertukar nomer HP. SMS tanya jawab tentang Islam dan saya dijanjikan untuk dicarikan pekerjaan, saya jadi penasaran waktu itu.

08132 8484 289 : Baik Ibu, peristiwa itu terjadi tahun berapa ?

08xxx xxxx xxx : Mereka telepon tiap hari dan mengajak ketemuan. Akhirnya kami janjian untuk bertemu. Saya diajak ngobrol macam-macam dan ternyata itu adalah tilawah. Beberapa kali bertemu dan akhirnya saya hijrah / masuk ke NII. Ini terjadi tahun 2003.

08132 8484 289 : Saat hijrah disuruh membayar berapa ?

08xxx xxxx xxx : 3,5 juta, katanya untuk kalangan mahasiswa segitu, tapi uang saku, cincin, dan kalung juga diminta saat hijrah tersebut.

08132 8484 289 : Setelah masuk apakah disuruh membayar infaq bulanan ?

08xxx xxxx xxx : Ternyata setelah masuk bai’at hijrah, NII tidak seperti yang mereka janjikan atau tawarkan saat tilawah. Tiap hari diwajibkan shodaqoh dan yang paling banyak dianggap umat atau warga yang baik negara. Waktu itu saya juga mondok di pesantren. Tiap hari harus izin keluar pondok untuk membagikan amplop-amplop yang telah disediakan oleh NII di ATM-ATM, di MALL-MALL, di terminal, di Stasiun, di jembatan penyebrangan, di pasar, di rumah sakit, di pintu keluar masuk saat sholat Jum’at, dan di keramaian-keramaian. Hati kecil saya menolak, tapi karena itu perintah negara, sayapun menjalankannya. Saya juga mengajak hijrah teman satu pesantren dan akhirnya pihak pesantren tahu kegiatan kami berdua, kami disidang, orang tua dipanggil dan kami dikeluarkan dari pondok. Karena kami tidak mau berterus-terang.

08132 8484 289 : Baik Ibu, apakah setelah dikeluarkan dari pesantren ibu pulang ke rumah orang tua atau ikut NII ?

08xxx xxxx xxx : Awalnya di rumah beberapa hari, kemudian kabur dan tinggal di markas NII sampai 1 bulan. Tiap hari saya menangis minta petunjuk pada Allah, apakah jalan yang saya tempuh ini benar atau salah. Karena saya dipaksa mengemis dan meminta-minta lagi. Akhirnya saya pulang ke rumah orang tua lagi dan tidak menghubungi mereka lagi sampai sekarang. Saya masih trauma dan data diri saya tertulis lengkap di sana.

08132 8484 289 : Tenang Ibu, data diri anggota NII hanya digunakan saat tilawah dan hijrah saja. Setelah ibu keluar data-data tersebut juga akan dibakar. Hal ini untuk mengurangi kesaksian pada mereka bila terkait dengan aparat polisi.

08xxx xxxx xxx : Tapi bagaimana bai’at saya dengan Allah ?

08132 8484 289 : Bai’at dengan sendirinya batal, karena Islam yang mereka tawarkan di awal perkenalanan tidak sesuai kenyataan, yang ada hanya mencari uang / duit dan anggota baru demi diperas harta dan duitnya juga.

08xxx xxxx xxx : Sampai sekarang bila saya baca Al Quran terus terngiang-ngiang tafsir dan ajaran mereka. Sebelum masuk NII saya telah bertunangan dan putus karena masuk NII. Tunangan tersebut bersama keluarga saya terus melakukan pencarian saya saya kabur dari rumah. Setelah kembali ke rumah saya pun menjalin lagi pertunangan dan menikah, saat ini telah dikaruniai 3 orang anak 🙂

08132 8484 289 : Syukur Alhamdulillah bila demikian. Dengan dinamisnya kehidupan keluarga, Insya Allah trauma Ibu akan hilang dengan sendirinya seiring dengan waktu.

08xxx xxxx xxx : Saya masih merasa terasing dari teman-teman yang dulu pernah saya ajak tapi menolak. Saya juga pengen tahu kabar teman-teman yang dulu bareng hijrah dengan saya.

08132 8484 289 : Coba ditelusur lewat teman-teman pesantren, lewat buku alumni, atau datang ke rumah orang tuanya. Insya Allah dengan terjalin silaturahim, terjalin komunikasi, mengetahui masing-masing kabar, maka perasaan trauma dan kekhawatiran akan lebur dengan sendirinya.

08xxx xxxx xxx : Terima kasih telah bersedia mendengar curhat saya. 08132 8484 289 : Baik Ibu, semoga bermanfaat. Informasi tentang pemulihan NII KW 9 Zaytun dapat diikuti melalui facebook dengan add email mantanii@yahoo.com atau melalui website http://niikw9.wordpress.com

Advertisements