>NASEHAT DARI MANTAN NII ZAYTUN WILAYAH TEGAL

>

Saya Abu Arfa. Saya asli Tegal, usia 31 tahun. Saya dulu merantau ke kota Bekasi pada Juli tahun 95, dan pada akhir 95, teman saya 1 kota yg saya anggap berilmu dan memang saya segan dan hormat kpd beliau (Pak Ahmad Idlochi) menelepon dan mengatakan ingin bertemu saya untuk mengajarkan ber-Islam yang benar. Kami pun bertemu, dan dengan rutin dan intens beliau mengajari saya Al Qur’an dengan tafsir nya (kelak di kemudian masa saya tahu bhw itu adalah tafsir mengada-ada menuruti hawa nafsu organisasi sesat NII KW9 yg dikemas sedemikian rupa untuk memperdaya muslimin yang tidak punya cukup ilmu, agar mau dengan sukarela masuk menjadi bagian organisasi sesat dan menyesatkan ini yang hanya bertujuan untuk menguras harta benda kita. Ya, penipuan terselubung dengan memperalat kejahilan umat islam). Sebagaimana kita tahu, ber-islam yang benar adalah dengan ber islam secara kaaffah / keseluruhan pada semua aspek kehidupan kita. Penerapan Islam secara kaffah adalah suatu kewajiban yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan kepada hamba-hamba-Nya kaum mu’minin. Ini merupakan keharuskan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi oleh setiap individu mu’min. Nah hal inilah yang dijadikan tema utama oleh mereka dan didengungkan dengan memelintirkan hakikatnya dari kebenaran. Mereka menyitir dan menta’wilkan surat Al Baqarah ayat 208:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً.]

“Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian ke dalam islam secara kaffah (menyeluruh)… dst”

kalimat Alloh yg haq ini mereka ta’wil sendiri (sungguh penta’wilan yg sesat) yaitu bhw hanya dengan masuk ke dalam NII KW9 lah yang dinamakan ber-Islam secara keseluruhan.

Mereka mengatakan berbagai hal dusta dengan mulut mereka, berkata “ini dari nabi, ini perintah nabi” dengan pintar untuk menjaring muslimin yang belum punya ilmu, seperti saya waktu itu, akhirnya saya pun terpedaya, dan 1 bulan setelah beliau intens 2x dalam 1 minggu menda’wahi dengan menjejali penafsiran dusta atas Al Qur’an, saya pun masuk NII KW9 yg sesat itu. Yg di kemudian masa saya tahu bahwa mereka mengada-adakan dusta atas nabi seperti itu. Padahal, ada hadits Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Barangsiapa yang sengaja berdusta atas namaku maka hendaknya dia mengambil tempat duduknya di neraka.”(HR. Bukhari, dan juga Muslim dalam Mukadimah Shahihnya, lihat al-Jam’u Baina ash-Shahihain,hal. 9). Sungguh andai waktu itu saya tahu bahwa berdusta atas nama Nabi lebih besar dosanya daripada berdusta atas nama selainnya, dan berdusta atas nama Nabi termasuk dosa besar, dan wajib berhati-hati dalam menyampaikan hadits yang disandarkan kepada Nabi, oleh sebab itu harus diteliti kebenarannya (yang dimaksud berdusta atas nama Nabi adalah mengatakan bahwa Nabi mengatakan sesuatu padahal beliau tidak mengatakannya) tentu saya tidak akan tertipu oleh organisasi sesat NII KW9.

KEWAJIBAN BAI’AT

Bai’at merupakan perkara yang disyariatkan berdasarkan nash-nash yang terdapat di dalam Al-Kitab dan As-Sunnah. Sebab bai’at merupakan salah satu cara dalam menampakkan bentuk ketaatan seseorang terhadap pemimpinnya. Seperti dalam Al Qur’an dan hadits banyak dikemukakan tentang bai’at.

…. janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.”(Al-Mumtahanah:12)

“Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dengan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).” (Al-Fath:18)

“Kami telah membai’at Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk selalu mendengar dan taat (kepada penguasa) baik di saat susah maupun mudah, semangat atau terpaksa, dan di saat mereka merampas hak-hak kami, dan kami tidak boleh melepaskan ketaatan kepadanya, dan agar mengatakan kebenaran di mana pun kami berada, kami tidak takut karena Allah kepada celaan orang yang mencela.” (HR. Muslim no. 1709)

“Aku membai’at Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menegakkan shalat, menunaikan zakat, dan memberi nasihat kepada setiap muslim.” (Muttafaqun ‘alaihi)

“Barangsiapa melepaskan ketaatannya maka dia bertemu Allah dalam keadaan tidak memiliki hujjah dan barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak berbai’at maka dia mati seperti mati jahiliah.” (HR. Muslim no. 1851).

Kewajiban bai’at ini mereka selewengkan dengan pintarnya untuk memperkuat dan menjaga keberlangsungan keta’atan dari muslim yang telah terpedaya kepada organisasi sesat NII KW9 ini. Maka saya yang waktu itu tidak punya cukup ilmu pun akhirnya dengan sepenuh hati berbai’at dan ta’at kepada organisasi sesat NII KW9. Na’udzubillah, lagi-lagi mereka berdusta atas nama Nabi.

Saya dibawa dari Bekasi, dan berkumpul dengan muslimin lain yang juga telah terpedaya di beberapa markas cabang mereka. Lalu dengan mata ditutup (dengan dalih menjaga keamanan da’wah) kami dibawa lagi dengan mobil pribadi ke suatu markas besar entah dimana (di kemudian masa, saya baru tahu ternyata di wilayah Kembangan Jakarta). Disitu lah saya berbai’at. Dengan inti bai’at adalah: wajib ber infaq (lebih tepatnya dipaksa ber infaq) secara rutin setiap bulan kepada organisasi sesat ini. Saya yg bodoh tapi tinggi ghiroh dan semangat waktu itu dengan suka-hati menandatangani jumlah rutin infaq saya yg wajib saya setorkan adalah Rp.120 ribu/bulan. Jumlah yang besar (gaji saya waktu itu Rp.152 ribu/bulan. ini memang rata rata karyawan kota bekasi tahun 95). Tiap bulan saya infaq 120 ribu, dan sisa cuma 32 ribu saya gunakan untuk makan dan kost tiap bulan. Sungguh sebuah kebodohan yang paling buruk yang pernah saya lakukan dalam hidup saya. Lalu dalam setiap pertemuan kajian saya dan teman teman lain dalam organisasi sesat ini selalu dipaksa untuk meningkatkan besaran uang infaq, layaknya sapi perah kami diperas, tapi kami merasa ikhlash waktu itu. Jadilah saya mulai menjalani hidup kriminal, setiap saat ada peluang, saya mencuri alat alat kantor tempat saya bekerja, apa saja yg bisa di uang kan. Sampai saya tak sadar entah berapa uang kantor dari sarana dan barang yang saya gelapkan dan juga saya curi dengan berbagai cara. Sampai akhirnya terbongkar, nyaris dipecat, tapi waktu itu tidak terjadi karena kakak kandung saya adalah orang berpengaruh di instansi tempat saya bekerja. Saya pun dipaksa untuk mengajak orang lain bergabung ke dalam organisasi sesat ini, dan kami diberi pemahaman vonis kafir kepada siapapun diluar organisasi, termasuk kepada orangtua, maka, jadilah waktu itu saya sebagai seorang anak durhaka yang menjadi maling, koruptor, penipu ulung dan pendusta demi sebuah organisasi sesat NII KW9, astaghfirullahal ‘adzim.. Lengkap sudah kesesatan saya waktu itu. Seringkali saya melihat atasan saya di NII menginjak injak kitab suci Alqur’an sambil berkata “ini hanya buku” yang penting isinya kita laksanakan, yaitu seperti ini, jadi anggota/warga NII KW9. (Sungguh keberanian yang luar biasa lancang menginjaknya, dan hal ini pun seolah mengilhami kami, saya dan teman teman lain sering menginjak injak Al Qur’an di hadapan orang yg saya proses untuk masuk organisasi. Astaghfirullah..) Sekian tahun berkubang dalam dunia hitam organisasi sesat NII KW9, membuat saya kehilangan aqidah dan iman yang benar, jati diri, harta benda, dan segalanya, hutang saya menumpuk di sana-sini, dan sering saya makan 1 kali sehari.

Akibat dari berbagai kewajiban setoran uang yang dibebankan kepada saya oleh organisasi NII KW9. Nyaris saya berfikir untuk merampok. Alhamdulillah secercah cahaya hidayah datang oleh karunia Alloh. Saya mulai berfikir mendalam akan segala kejahatan saya. “apa iya benar? Berbagai kejahatan boleh saya lakukan demi ketaatan perintah syariat seperti yang organisasi perintahkan? Sedangkan syariat adalah aturan kebaikan.” maka di tengah keadaan tertekan sulitnya saya memenuhi kewajiban setor uang (karena telah kering keringat diperah) dan juga akal saya mulai bisa berfikir jernih, saya mulai menjauh, tidak menghadiri pertemuan pertemuan rutin, saya pun selalu dikejar-kejar. Saya gelisah dan takut pada masa masa waktu itu. Akhirnya saya mengundurkan diri dari tempat bekerja dan kembali ke kampung halaman saya, kota Tegal JAWA TENGAH. Tapi masih saja, beberapa kali atasan saya bisa sampai ke Tegal juga dari Jakarta, memaksa saya kembali kepada Organisasi sesat NII KW9. Berhubung saya berada di kota kelahiran sendiri, keberanian saya timbul untuk bersikeras tidak akan kembali. Mereka mulai melakukan ancaman, tapi saya tak gentar, karena hidup mati adalah kehendak Alloh, dan lalu karena berada di kampung saya. Sampai akhirnya tidak ada lagi “tamu” dari organisasi sesat NII KW9 Abu Toto Si Panji Gumilang sang kafir datang ke rumah saya. Walhamdulillah, Alloh maha memberi petunjuk kepada hambanya yang mau berfikir. Walhamdulillah, saya bukan lagi anggota NII KW9. Saya sekarang adalah muslim biasa yang berusaha untuk menjalani hidup saya dalam jalan kebenaran, jalan hidup sesuai Al Qur’an dan Sunnah nabi dengan pemahaman yang benar sesuai pemahaman para sahabat, tabi’in dan tabi’uttabi’in.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “…..Demi Dzat yang jiwa Muhammadberada di tangan-Nya, umatku akan terpecah menjadi 73 golongan; satu golongan masuk surga dan 72 golongan masuk neraka. Ada sahabat yang bertanya ,’Wahai Rasulullah! Siapa mereka yang masuk surga itu?’ Beliau menjawab, ‘ Mereka adalah Al-Jama’ah ‘.” (HR. Ibnu Majah, AbuDaud, dishahihkan Syaikh Al Albani). Dalam riwayat lain para sahabat bertanya,’ Siapakah mereka wahai Rasulullah? ‘ Beliau menjawab, ‘Orang yang mengikuti jalan hidupku dan para sahabatku.‘ (HR. Tirmidzi)

“Sebaik-baik umat ini adalah generasiku, kemudian orang-orang yang mengikuti mereka, kemudian orang yang mengikuti mereka.” (Muttafaqun ‘alaihi/ HR. Bukhori Muslim)

Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegangan dengannya, yaitu Kitabullah (Al Qur’an) dan sunnah Rasulullah Saw. (HR. Muslim).

Demikian dari saya.
Abu Arfa’, Tegal JAWA TENGAH
http://www.facebook.com/islamic.mobie.in