>HABIS NII, TERBITLAH KOMAR

>Sumber : http://blogos.us/p/56408

Ajaran ”Komar” Diwaspadai Adopsi Alquran, Taurat, dan Injil
Apr 8, 2011
09 April 2011
Ajaran ”Komar” Diwaspadai
Adopsi Alquran, Taurat, dan Injil
CILACAP- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap meminta masyarakat mewaspadai Komunitas Millah Abraham (Komar) yang menggabungkan ajaran Taurat, Injil, dan Alquran.

Kepala Seksi Penerangan Agama pada Masyarakat (Penamas) Kemenag Cilacap, Kholis Susiawan, menjelaskan, jumlah anggota Komar di Cilacap 114 orang.
Menurutnya, di Cilacap, komunitas itu menyebar di lima kecamatan, yakni Cilacap Tengah, Cilacap Selatan, Cilacap Utara, Jeruklegi, dan Kawunganten. Ketuanya adalah Sudarno, warga RT 6 RW 2, Desa Kuripan, Kecamatan Kesugihan.

�Mereka tidak mengaku beragama Islam, namun mendasarkan ajarannya pada ayat-ayat Alquran. Syarat masuk sebagai anggota Komar, yaitu wajib membaca Alquran Surat Al Mumtahanah ayat 12. Saat ini komunitas tersebut menyebar ke sejumlah kabupaten lain,� jelasnya.
Anggota Komar menjalankan shalat ritual atau wajib yang dilaksanakan sekali sehari pada sepertiga malam, dengan minimal tiga rakaat dan maksimal 11 rakaat. Usai shalat, mereka menghafal ayat Alquran atau Injil. Selain itu anggota Komar juga melaksanakan shalat aplikasi, yang dilakukan dengan cara berbuat kebaikan terhadap sesamanya dan tidak berdusta.

�Ketika berlangsung dialog di Kecamatan Cilacap Selatan, Kamis (7/4) lalu, sejumlah anggota Komar menyatakan pindah ke agama Kristen Protestan. Meski demikian masyarakat tetap perlu waspada,� ujarnya.
Dalam surat pernyataan bermaterai Sudarno menyatakan, dirinya menyadari ajaran atau kegiatan Komar yang diikutinya selama ini menyimpang dari ajaran agama Islam. Dalam surat yang juga ditandatangani Ketua MUI Cilacap Selatan Much Mudatsir, Kepala KUA Cilacap Selatan Zen Muzayyin, dan Kapolsek Cilacap Selatan AKP Zudi Parwata itu, ia berjanji akan menghentikan segala kegiatannya di Cilacap.

�Saya menyatakan pindah menjadi pemeluk agama Kristen Protestan,� ungkap Sudarno dalam surat tersebut.
Kepala Seksi Keamanan RT 6 RW 1, Kelurahan Sidakaya, Kecamatan Cilacap Selatan, Eko mengatakan, ada warga di wilayah tersebut yang menjadi anggota Komar.
�Kalau tidak salah Sudarno dulu merupakan pengikut Alqiyadah al Islamiyah,� tegasnya.

Berkembang Pesat

Perkembangan Komar ternyata cukup pesat. Sejak bubarnya Alqiyadah al Islamiyah pimpinan Ahmad Musadeq, 12 Mei 2009, kini ajaran itu menyebar ke 11 kabupaten/kota. Hal itu diakui Sudarno, ketika dimintai konfirmasi, kemarin. Ke-11 kabupaten/kota itu adalah Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Kebumen, Tegal, Pekalongan, Brebes, Semarang (Kecamatan Semarang Timur dan Semarang Barat), Kudus, Karanganyar, Solo, dan Sukoharjo.

Diakuinya, jumlah anggotanya di Cilacap 114 orang. Di kabupaten/kota lainnya, dia tidak mengetahui secara persis. Pria kelahiran Cilacap, 20 Januari 1957 itu mengaku, sebelumnya menjadi pengikut Alqiyadah al Islamiyah pimpinan Ahmad Musadeq. Setelah aliran itu dibubarkan pemerintah, dia mendirikan organisasi Komar di Cilacap bersamaan dengan mantan anggota Alqiyadah al Islamiyah di kabupaten lain. Ajaran yang ditekankan kepada anggotanya mengadopsi Alquran, Taurat, dan Injil.

Sudarno membantah informasi yang disampaikan Kepala Seksi Penamas Kemenag Cilacap, Kholis Susiawan. Menurut dia, tidak semua pernyataan itu benar. Menurutnya, Komar adalah organisasi kemasyarakatan yang mengajak manusia berbuat kebaikan.

Dia juga membantah bahwa organisasi itu mewajibkan pengikutnya untuk shalat pada sepertiga malam. Yang benar, anggota Komar itu dianjurkan bangun pada sepertiga malam untuk mempelajari Injil, Taurat, dan Alquran. (H58,G5-63)

Sumber : http://blogos.us/p/56408