>Ajaran Sesat Millah Abraham

>

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/news/view/41141/ajaran-sesat-millah-abraham

Tue, Oct 19th 2010, 16:30

Selain di Bireuen, kawasan lain pun ditengarai sudah menyebar ajaran Millah Abraham ini. Seperti apa aktivitas ibadah mereka?

PEUSANGAN. Salah satu kecamatan tertua di Bireuen mencuat ke permukaan akhir-akhir ini dan menjadi pembicaraan semua orang, mulai dari kalangan bawah sampai ke tingkat atas. Perbincangan akhir-akhir ini tidak lepas dari dimulainya muncul aliran sesat yang terkuak ke permukaan dan sampai kini masih menjadi masalah serius di Bireuen.

Mulanya, lima dari 14 orang anggota komunitas Millata Abraham diduga membawa aliran sesat, disidangkan di MPU Bireuen. Mereka yang disidangkan itu adalah Safwaliza (38), M Afdal (35), Hajarul Mirza (25), Junaidi (30) dan M Ikhawan (23). Semuanya penduduk Peusangan Bireuen. Mereka ditangkap pada 22 September 2010 lalu atas dugaan menyebar aliran sesat.

Tentu saja masyarakat Peusangan dan Bireuen gusar dengan ulah mereka. Soalnya, setelah ditelisik lebih jauh, mereka ternyata membawa ajaran tertentu yang berbeda dengan ajaran Islam, namun menyebut ajaran ini sebagai ajaran Islam.

Tanpa komando, usai sidang di MPU Bireuen, seribuan warga Peusangan bereaksi. Mereka ditangkap satu per satu setelah MPU Bireuen menyebut mereka beraliran sesat.

Ada 11 orang yang ditangkap pertama sekali. Masyarakat pun seakan tak sanggup menahan amarah. Bahkan ada di antaranya yang menjadi korban pemukulan dengan bibir yang bengkak-bengkak. Mengapa warga emosi? “Pengajian Millah Abraham dilakukan secara berkelompok dan bersifat tertutup, memunculkan beragam pandangan dan mengarah kepada pendangkalan akidah dan murtad, “ kata Munawar, warga Peusangan, menjawab Kontras, pekan lalu.

Sedangkan Ketua MPU Bireuen, Tgk Jamaluddin MBA mengatakan, komunitas Millah Abraham yang melaksanakan kegiatannya di wilayah Kecamatan Peusangan memiliki 14 anggota. Diduga, di kawasan lain pun masih ada jaringannya atau komunitasnya. Mereka terkesan menyebarkan ajaran itu secara sembunyi-sembunyi.

Dalam ajaran komunitas tersebut menyatakan bahwa Nabi Ibrahim adalah nabi yang paling hanif (lurus) dibandingkan nabi-nabi yang lain. Bagi orang yang telah menjadi anggota komunitas Millah Abraham, maka namanya akan diganti dengan nama lainnya atau nama kedua. Seperti Safwaliza menjadi Luqas Muhayyatsyah, M Afdal menjadi Yoshua, Hajarul Mirza diganti jadi Esau, Junaidi jadi Zera Almahdi, dan M Ikhwan menjadi nama Moses.

“Mereka mengaku teologinya berasal dari Abraham, apa yang mereka bawa berasal dari Ibraham, Ishaq, Ismail, Yakub, Yusuf, Musa, Yesus kemudian Muhammad,” terang Jamaluddin dalam sidang di MPU, seraya menambahkan ibadah mereka, antara lain, melaksanakan shalat malam, menghafal ayat-ayat Alquran, berdakwah, pengkaderan, rapat mingguan, hingga pengutipan iuran.

Polisi mengamankan
Kalau tidak ada aparat kepolisian yang turun tangan menenangkan warga, entah apa yang akan terjadi. Kapolres Bireuen, AKBP HR Dadik Junaedi Supri Hartono mengatakan, dirinya risau melihat fenomena ini. Dia turun langsung ke lapangan dan menenangkan warga yang sedang memalang pintu ruko yang diduga pemiliknya anggota komunitas tersebut. Selain memalang enam unit pintu ruko, warga juga menyemprot dengan cat minyak warna merah di dinding ruko dimaksud.

Di pintu ruku dipalang kayu berbentuk huruf X yang memanjang dari dinding bagian atas sampai ke bagian bawah.

Selain ruko yang dipalang, satu unit kendaraan roda empat yang berada di depan salah satu ruko juga disemprot cat minyak berwarna merah bertuliskan “aliran sesat”. Aksi yang meresahkan melibatkan ratusan warga segera dihentikan jajaran Polres Bireuen dan Polsek Peusangan yang turun ke kawasan itu beberapa saat setelah aksi itu dimulai. Dalam aksi massa tersebut tidak ada korban jiwa, karena cepatnya antisipasi aparat keamanan.

“Kami tidak mau adanya pertumpahan darah dan kerusuhan. Kami datang mengamankan, mengajak orang-orang untuk lebih bijaksana,” kata Kapolres kepada Kontras saat di Keude Matang, Peusangan pukul 01.00 WIB, Rabu (6/10). Tujuan mereka diamankan, selain untuk menghindari amuk massa juga untuk dimintai keterangan seputar aktivitas akidah yang meresahkan warga Peusangan.

Ketua MPU Bireuen, Tgk Jamaluddin, mengatakan, mereka juga menemukan selebaran yang meresahkan di salah satu rumah ketua kelompok mereka. Temuan bacaan di atas kertas folio dua set yang isinya melanggar akidah semakin membuktikan bila akidah mereka telah melenceng. (yusmandin)