>Komar di Aceh

>

Sumber : http://atjehpost.com/nanggroe/daerah/1061-pimpinan-millah-abraham-ditolak-di-…

PIDIE – Masyarakat Laweueng, Kecamatan Muara Tiga, Pidie menyatakan menolak tegas ajaran Millah Abraham meskipun Zainudin sang ketua ajaran itu berasal dari Laweung. Penegasan itu disampaikan saat maulid akbar, di Dayah Jabal Ulum Kamis (7/4) malam.

Wakil Bupati Pidie Nazir Adam meminta masyarakat Pidie agar mengawasi ketat beredarnya aliran sesat, terutama Komunitas Millah Abraham yang sedang beredar. Ia meminta masyarakat tetap beriman kepada Quran dan hadist sesuai ajaran Ahlul Sunnah Wal Jama’ah yang berlaku di Aceh. “Tidak perlu membuat yang aneh-aneh. Qur’an dan Hadist adalah pegangan umat muslim,” ujar Nazir.

Maulid akbar di Dayah Jabal Ulum ini merupakan kebiasaan tahunan di pesantren yang mempunyai 400 santri itu. Acara itu juga sekalian haul (peringatan ulang tahun) meninggalnya pimpinan pertama Dayah Jabal Ulum, almarhum Teungku Ramli al-Haitamy yang ke XIII.

Suadi Sulaiman, anggota DPRK Pidie asal Dapil Laweueng mengatakan, aliran Millah Abraham harus segera dibasmi, apalagi setelah keluarnya Pergub pada Rabu (6/04) lalu.

Suadi meminta perangkat desa di setiap kampung agar aktif menyosialisasikan tentang aliran sesat dengan melibatkan semua pihak.”Untuk menghalau beredarnya aliran sesat ini bukan hanya tugas para pimpinan agama saja tapi juga tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Seperti diketahui, pada Kamis (31/3) lalu, Polresta Banda Aceh menahan tiga penyebar aliran Millah Abraham di Banda Aceh yaitu Zainuddin, Iqbal dan Buyung. Zainuddin yang merupakan pimpinan ajaran itu di Banda Aceh, ternyata adalah warga Laweueng.

“Benar, Zainudin warga Laweueng, tapi dia sudah lama meninggalkan kampung ini. Sebelumnya, dia aktif berniaga di kota lain,” ujar Suadi.

Sumber : http://atjehpost.com/nanggroe/daerah/1061-pimpinan-millah-abraham-ditolak-di-…